Scorpio Dance

Scorpio Dance

Member Favorite?

Visitors

Blogroll

Blogger templates

Blogger news




Powered By Blogger
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Ke Blog Ini, Kritik/Saran: harsyanurad@gmail.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Entri Populer

Sunggyu Dongwoo Woohyun Hoya Sungyeol L Sungjong
Black Moustache

Profile

Blog

Senin, 18 November 2013

Kenangan Pahit Memulai Persahabatan

Ketemu lagi sama author nih hehe^^ Author ingin mempublikasi kan FF buatan author nih, asli nya ini FF untuk tugas bahasa Indonesia tapi author malah pakai FF lain. Jadi yaudah author pikir lumayan juga nge post di sini hehe. Selamat membaca! Maaf kalau ada typo atau kata-kata yg tidak di mengerti, makhlum author masih newbie kalo tentang FF hehehe (Jujur author gak pernah bikin FF -_-v)

Selamat Membaca~^^ oh iya, ingat! No copas, hehe. Kalau mau nge publis izin author dulu yaaa...

-------------------------------------------------------------------

Halo! Perkenalkan, nama ku Kim Haesong. Aku , seorang anak laki-laki berumur 15 tahun siswa pertukaran pelajar ke Indonesia asal Korea. Saat itu, hari pertama masuk sekolah baru ku di Indonesia. “Sekolah baru, teman baru, guru baru, pelajaran baru, bahasa baru, dan…. Hem, Bagus Haesong kamu sudah tampan!” kata ku dalam hati sambil membetulkan jas seragam sekolahan ku, lalu aku berangkat pergi ke sekolah. Sesampai nya di sekolah ‘International School World’ tepat nya di gerbang sekolah tersebut, anak-anak pada melihat ke arah ku semua. Aku tidak heran, ini hal wajar sebagai anak baru di sekolahan ini. Lalu, dengan cuek nya aku beranjak ke ruang guru. Selama aku menuju ruang guru, semua anak-anak disini pada ngeliatin aku jalan dan aku cuma bisa menanggapi nya dengan senyuman. Sesampai nya di ruang guru, aku di sambut hangat oleh para guru yang ada di situ dan aku di perkenal kan oleh wali kelas yang bernama Pak Ahmad. Untunglah sebelum pindah ke Indonesia, aku sempat belajar bahasa Indonesia saat di Korea jadi aku sedikit bisa mengerti bahasa Indonesia. Setelah itu pak Ahmad membawa ku ke kelas yang nanti aku tempati, sesampai nya di depan kelas pak Ahmad menyuruh ku menunggu di luar kelas dan pak Ahmad masuk ke kelas. Setelah itu, pak Ahmad menyuruh aku masuk ke kelas itu, saat masuk aku melihat semua mata murid-murid di kelas itu tertuju pada ku. Aku cuman berjalan cuek di depan kelas, saat itu pak Ahmad langsung meminta ku memperkenalkan diri nya. “Halo semua, nama ku Kim Haesong di panggil nya Haesong. Aku siswa pertukaran pelajar asal Korea, Mohon bantuan nya” lalu aku menundukan kepala ku. “Oke baik! Haesong, kamu sekarang duduk di sebelah Fia” kata pak Ahmad sambil menunjuk bangku kosong di samping bangku Fia. “Terima kasih pak!” kata ku dan Lalu, aku langsung menuju ke bangku sebelah bangku Fia dan duduk disana. “Salam kenal Haesong, Panggil aku Fia aja ya” kata nya sambil tersenyum kepada ku, “Salam kenal juga, aku Haesong” kata ku sambil tersenyum kembali kea rah Fia dan aku langsung mengambil buku pelajaran.
           Saat bel istirahat tiba, semua anak-anak berhamburan keluar kelas menuju kantin tempat jajan mereka. Sedangkan aku hanya di kelas memainkan Iphone kesayangan ku lalu Fia menghampiri ku, “Haesong, kamu gak keluar? Gak makan? Di kantin banyak makanan loh, ayo ke kantin bareng sama aku” kata nya. “Ah gak apa-apa. Aku di kelas aja, kalau Fia mau jajan silahkan duluan” kata ku membalas pertanyaan Fia. “Ya sudahlah kalau begitu, aku tinggal dulu ya Haesong”, kata Fia sambil berjalan keluar kelas. Setelah Fia pergi, aku memainkan I-Phone ku lagi. Saat aku sedang asyik main game di I-Phone milikku, ada serombongan anak cowo berandalan yang sedikit lusuh pakaiannya dan berambut acak berjalan mendekati ku.”Hei! Kamu Haesong ya? Murid siswa pertukaran pelajar asal Korea bukan? Kenalin nama ku David, Pacarnya Fia. Aku cuma ngeberitahu aja, jangan ngedeketin Fia lagi!”, kata David tiba-tiba memarahi ku. Aku cuma terdiam dan sesaat melihat kearah David dan berkata “Oh, jangan khawatir” sambil tertawa. “Eh? Maaf? Kamu tertawa? Emang nya ini lucu hah? Aku tidak bercanda dengan urusan ini, apalagi urusan tentang Fia!” kata nya sambil melotot kearah ku. “Aku tertawa? Ini nih gara-gara game ini lucu banget, liat deh hahahaha”, kata ku sambil terus memainkan game di I-Phone ku. Kemarahan David memuncak, dan tiba-tiba dia mengangkat tubuh ku berdiri dan langsung mencengkram kerah seragam ku. “Sialan!”, kata David sambil menendang badan ku sampai jatuh. Tiba-tiba Fia masuk ke dalam kelas, dan melihat kami sedang bertengkar. “David!!! Apa yang sedang kamu lakukan? “ kata Fia. “Aku hanya memukul Haesong saja gara-gara dia deket sama kamu. Aku tidak mau kamu suka dia, dan kamu putusin aku”, kata David sambil menghampiri Fia. “David, bukan gini cara nya. Aku tidak akan suka sama Haesong, Haesong itu hanya teman. Teman yang baru saja pindah ke sekolah ini, aku hanya mau berkenalan dengan dia dan kalau bisa menjadikan dia sebagai sahabat”, kata Fia. Saat aku mendengar kata-kata itu aku terasa tersentuh dan lalu aku melihat wajah David, dia merasa bersalah atas kelakuannya. “Maaf kan aku Fia, aku tidak akan melakukan kejadian ini lagi. Aku percaya pada mu, tapi maaf kan aku”, kata David memohon maaf ke Fia. “Jangan minta maaf ke aku, seharus nya kamu meminta maaf ke Haesong. Dia terluka gara-gara kamu, udah cepat minta maaf ke Haesong”, kata Fia menyuruh David. “Haesong, aku minta maaf ya atas perbuatan ini. Maafkan aku, aku tidak tahu”, kata David meminta maaf padaku. “Iya gak apa-apa, luka nya juga gak parah hehe”, kata ku.

          Sejak hari itu, persahabatan kita di mulai. Aku, Fia dan David selalu bermain bersama kesana-kemari berkeliling kota. Terkadang aku cemburu ke mereka, mereka saling percaya satu sama lain. Sekarang sebagai sahabat nya aku bisa merasakan kalau mereka bisa mencintai satu sama lain. “Kapan ya aku kaya begitu? Hahaha masih kecil udah mikir gitu”, pikir ku terlamun di depan teras menatap jalan. “Haesong!!!!! Kemari cepat, ayo kita ke Festival City Link! Disana banyak pameran yang seru, ada rumah hantu juga. Mau ikut gak?”, teriakan dari David mengagetkan ku dari lamunan masa laluku. “Ayo!!!! Sebentar, kalian tunggu aku!”, kata ku berteriak menyusul mereka. Ya, tadi aku sedang melamun mengulang kembali cerita pertama ku di sekolah saat pertama kali Indonesia, dan di situ lah aku tau bagaimana cinta saling mendukung dan di mulai saat itu persahabatan antara Aku, Fia dan David mulai.

0 komentar:

Posting Komentar

 
 

Diseñado por: Compartidísimo
Scrapping elementos: Deliciouscraps©