Scorpio Dance

Scorpio Dance

Member Favorite?

Visitors

Blogroll

Blogger templates

Blogger news




Powered By Blogger
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Ke Blog Ini, Kritik/Saran: harsyanurad@gmail.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Entri Populer

Sunggyu Dongwoo Woohyun Hoya Sungyeol L Sungjong
Black Moustache

Profile

Blog

Senin, 18 Desember 2017

GREEN SCIENCE & TECHNOLOGY

Pengertian Green Science

Green Science adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang penerapan ramah lingkungan. Green Science juga membahas tentang pemanasan global, polusi dan dampak lainnya terhadap alam dan planet ini, pengurangan bahaya, dan minimisasi konsumsi sumber daya yang tak terbarui.

Terdapat 4 macam variabel green science, yaitu:

  1. Environmental Quality (kualitas lingkungan). Kualitas ligkungan disini berarti bagaimana suatu lingkungan dapat memenuhi atau dapat memberikan daya dukung pada makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Selain itu, makhluk hidup yang tinggal didalamnya itu terpenuhi kebutuhannya seperti kebutuhan sosial (berinteraksi), kebutuhan pangan ataupun tempat tinggal dan kebutuhan akan lingkungan itu sendiri yang menyediakan udara bersih, air dan lain lain.
  2. Reduction Hazard (pengurangan bahaya). Pengurangan bahaya disini lebih difokuskan pada akibat dari suatu aktifitas industri. Pengurangan bahaya disini dapat dilakukan dengan cara mencari cara untuk menanggulanginya ataupun dengan teknologi terbaru yang dapat meminimalisir limbah dan atau  mencari alternatif untuk suatu industri yang tidak menghasilkan limbah sama sekali (siklus tertutup sistem industri).
  3. Minimization Consumption Non Renewable Sustainability (mengurangi penggunaan SDA yang tidak terbarui). Mengurangi penggunaan SDA tak terbarui dengan yang terbarui dapat dicontohkan pada lampu-lampu di jalan tol yang sudah mulai menggunakan tenaga surya sebagai sumber tenaganya. Atau limbah kotoran sapi yang diolah untuk menjadi gas pengganti untuk masak atau pun untuk menjalankan suatu kendaraan.
Pengertian Green Technology

Green Technology adalah teknologi yang ramah lingkungan, dan memiliki integrasi antara teknologi modern dengan ilmu lingkungan, untuk mengurangi dampak negatif dari aktifitas manusia. 
Tujuan : Menemukan dan mengembangkan cara-cara untuk menyediakan kebutuhan bagi manusia tanpa menyebabkan kerusakan lingkungan atau pengurangan sumber daya alam.

Komponen-komponen dalam Green Technology adalah sebagai berikut :

  1. Mempertimbangkan proses dan desain produk melalui bahan dari sumbernya melalui proses manufaktur
  2. Distribusi yang terintegrasi
  3. Menggunakan dan menggunakan kembali
  4. Dan tujuannya adalah untuk menentukan, mengukur, dan meminimalkan dampak buruk dari sumber daya, lingkungan, ekonomi dan sosial.

Sumber : 
https://science.howstuffworks.com/environmental/green-science
https://www.kompasiana.com/rabaiah.nuraini/hidup-lebih-baik-dengan-green-technology_551f4f8fa33311b832b66917
http://www.vermeulens.com/images/projects/Additional/Northfield-Mount.png
https://www.green-technology.org/what.htm

read more...

Kamis, 09 November 2017

AMDAL

Analisis Dampak Lingkungan, dikenal sebagai AMDAL, adalah kanjian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaran usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. Kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. (Pasal 1 angka 21 UU. No. 23/1997)

AMDAL Terdiri Atas 4 Dokumen:
1. KA-ANDAL (Kerangka Acuan-ANDAL) :
Dokumen pertama yang akan dijadikan sebagai pedoman dalam menyusun studi ANDAL.
2. ANDAL (Analisis Dampak lingkungan) :
Dokumen Kedua yang berisi tentang kajian secara cermat dan mendalam tentang dampak penting suatu rencana kegiatan terhadap LH.
3. RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan) :
Dokumen Ketiga yang berisi tentang rekomendasi ANDAL tentang berbagai alternatif rencana upaya pengelolaan lingkungan yang perlu dilakukan dalam rangka mencegah dan menanggulangi dampak negatif penting yang diprakirakan terjadi dan mendorong dampak positif penting yang diprakirakan terjadi.
4. RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan) :
Dokumen Keempat yang berisi tentang rekomendasi ANDAL tentang berbagai alternatif rencana upaya pemantauan lingkungan yang akan dilakukan dalam rangka melihat efektifitas RKL dan kecenderungan perubahan lingkungan yang terjadi sekaligus sebagai early warning system.

Fungsi dari amdal antara lain, sebagai berikut :
- Bahan pertimbangan untuk perencanaan pembangunan suatu wilayah.
- Membantu dalam proses pengambilan keputusan atas kelayakan sebuah lingkungan hidup dari rencana usaha atau kegiatan tertentu.
- Membantu memberikan masukan dalam rangka menyusun sebuah rancangan yang terperinci dari suatu rencana usaha atau kegiatan.
- Membantu memberikan masukan dalam suatu proses penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
- Membantu memberikan informasi terhadap masyarakat tentang dampak-dampak  yang mungkin ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan.
- Sebagai  rekomendasi utama untuk sebuah  izin usaha.
- Scientific Document dan Legal Document.
- Izin Kelayakan Lingkungan.

Manfaat dari Amdal antara lain, sebagai berikut :

1. Manfaat Amdal untuk Pemerintah
- Membantu proses perencanaan untuk mencegah pencemaran dan kerusakan yang terjadi pada lingkungan.
- Membantu mencegah konflik yang terjadi dengan masyarakat terhadap dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan atau usaha.
- Menjaga agar proses pembangunan berjalan sesuai dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.
- Mewujudkan pemerintahan yang bertanggung jawab dalam hal pengelolaan lingkungan hidup.

2. Manfaat Amdal untuk Pemrakarsa atau Pelaksana usaha
- Membantu membuat usaha dan kegiatan menjadi lebih terjamin dan aman.
- Sebagai referensi untuk pengajuan kredit atau hutang usaha di bank.
- Sebagai sarana dalam membantu interaksi dengan masyarakat sekitar sebagai bukti dari ketaatan terhadap hukum.

3. Manfaat Amdal bagi Masyarakat
- Menjelaskan kepada masyarakat mengenai dampak yang terjadi kedepannya setelah usaha atau kegiatan tersebut dijalankan.
- Masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan suatu kegiatan dan mengontrol kegiatan tersebut.
- Masyarakat dapat ikut terlibat dalam proses pengambilan keputusan yang akan berpengaruh pada lingkungan tempat tinggalnya.

Sumber :
N H T Siahaan, 2004. Hukum Lingkungan dan Ekologi Pembangunan. Penerbit Erlangga : Jakarta.
read more...

DESIGN FOR ENVIRONMENT

Desain untuk Lingkungan adalah pendekatan desain untuk mengurangi dampak kesehatan dan lingkungan keseluruhan suatu produk, proses atau layanan, dimana dampak dipertimbangkan sepanjang siklus hidupnya.

DfE (Design for Environment) menurut Environment Australia (1999) adalah proses untuk mengurangi dampak lingkungan dari produk yang dirakit perusahaan dengan menerapkan perbaikan pada tahap disain. Memiliki hubungan erat dengan Life Cycle Assessment / LCA. Tujuan program DfE adalah untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi pekerja, masyarakat, dan ekosistem. Program DfE memenuhi tujuan ini dengan mempromosikan perubahan sistem dalam cara perusahaan mengelola perhatian lingkungannya. Pendekatan dan prinsip-prinsip program DfE berguna dalam memenuhi kebutuhan peraturan dan memperbesar perlindungan lingkungan setelah pemenuhan.

Tujuan DfE menurut EPA adalah menyediakan informasi untuk menolong industry merancang operasi yang lebih bersifat lingkungan, aman bagi pekerja dan biaya lebih efektif.

Prinsip-prinsip utama DfE termasuk :
- Memperbaiki keselamatan pekerja, kesehatan masyarakat, dan kesehatan lingkungan sementara juga menjaga atau memperbaiki kinerja dan kualitas produk. Cara lain meletakkan hal ini adalah mengurangi resiko pada pekerja, masyarakat, dan lingkungan.
- Menggunakan sumberdaya secara bijaksana.
- Menggabungkan pertimbangan lingkungan kedalam disain dan redisain produk, proses, dan teknis sistem manajemen.

DfE dimulai dengan mempelajari dan menguji semua aspek produksi dari komoditas tertentu, termasuk didalamnya sumber bahan mentah, perakitan, distribusi, penggunaan, dan pembuangan akhir. Pada setiap tahapan tersebut, dampak pada lingkungan dan kesehatan manusia ditangani.

Sumber :
Perangkat Manajemen Lingkungan, Andie Tri Purwanto
http://andietri.tripod.com/jurnal/Tools_Manajemen_Lingkungan_a.pdf
read more...

ENVIRONMENTAL MANAGEMENT SYSTEMS

Diakui secara internasional dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Sertifikat di bawah koordinasi Organisasi Standar Internasional (ISO : International Organization For Standardization), Sistem Manajemen Lingkungan atau Environment Management System (EMS) adalah bagian dari keseluruhan sistem manajemen yang meliputi struktur organisasi, rencana kegiatan, tanggung jawab, latihan atau praktek, prosedur, proses dan sumber daya untuk pengembangan, penerapan, evaluasi dan pemeliharaan kebijakan lingkungan. (ISO 14001, 1996)

Manajemen Lingkungan merupakan sistem pengelolaan yang dinamis, sehingga perlu adaptasi bila terjadi perusahaan di perusahaan yang mencakup sumber daya, proses dan kegiatan perusahaan. Diperlukan pula adaptasi bila terjadi perubahan di luar perusahaan, misalnya perubahan peraturan perundang-undangan dan pengetahuan yang disebabkan oleh perkembangan teknologi.

Hal yang harus dilakukan untuk mendapat keuntungan dari EMS :
- Perlindungan lingkungan. dapat diperoleh mengikuti persyaratan yang ada akan membantu pula dalam mematuhi regulasi dan sistem manajemen yang efektif
- Keuntungan ekonomi dapat menunjukkan kepada pihak terkait, khususnya pemegang saham, nilai perusahaan yang memiliki manajemen lingkungan yang baik
- Perbaikan lingkungan dapat diperoleh dengan menyajikan konsep bahwa sistem selalu bisa dikendalikan dan selalu ada cara yang lebih efektif dari segi biaya untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Sertifikat EMS dapat saja diberikan kepada perusahaan yang masih mengotori lingkungan. Namun, dalam EMS terdapat persyaratan bahwa perusahaan memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan secara menerus (continual improvement). Dengan perbaikan secara menerus inilah kinerja lingkungan akan sedikit demi sedikit diperbaiki. Dengan kata lain ISO 14001 bersifat conformance (kesesuaian), bukan performance (kinerja)

ISO 14001 merupakan standar lingkungan yang bersifat sukarela (voluntary). Standar ini dapat dipergunakan oleh oleh organisasi/perusahaan yang ingin:
- Menerapkan, mempertahankan, dan menyempurnakan sistem manajemen lingkungannya
- Membuktikan kepada pihak lain atas kesesuaian sistem manajemen lingkungannya dengan standar
- Memperoleh sertifikat

Beberapa manfaat penerapan ISO adalah:
- Menurunkan potensi dampak terhadap lingkungan
- Meningkatkan kinerja lingkungan
- Memperbaiki tingkat pemenuhan (compliance) peraturan
- Menurunkan resiko pertanggungjawaban lingkungan sebagai alat promosi untuk menaikkan citra perusahaan

Selain manfaat di atas, perusahaan yang berupaya untuk menerapkan ISO 14001 juga perlu mempersiapkan biaya-biaya yang akan timbul, diantaranya:
- Waktu staf atau karyawan
- Penggunaan konsultan
- Pelatihan

ISO 14001 dikembangkan dari konsep Total Quality Management (TQM) yang berprinsip pada aktivitas PDCA (Plan – Do – Check – Action), sehingga elemen-elemen utama EMS akan mengikuti prinsip PDCA ini, yang dikembangkan menjadi enam prinsip dasar EMS, yaitu:
- Kebijakan (dan komitmen) lingkungan :
Kebijakan lingkungan harus terdokumentasi dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan tersedia bagi masyarakat, dan mencakup komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan, pencegahan pencemaran, dan patuh pada peraturan serta menjadi kerangka kerja bagi penetapan tujuan dan sasaran.
- Perencanaan :
Mencakup indentifkasi aspek lingkungan dari kegiatan organisasi, identifikasi dan akses terhadap persyaratan peraturan, adanya tujuan dan sasaran yang terdokumentasi dan konsisten dengan kebijakan, dan adanya program untuk mencapai tujuan dan sasaran yang direncanakan (termasuk siapa yang bertanggung jawab dan kerangka waktu)
- Penerapan dan Operasi :
Mencakup definisi, dokumentasi, dan komunikasi peran dan tanggung jawab, pelatihan yang memadai, terjaminnya komunikasi internal dan eksternal, dokumentasi tertulis sistem manajemen lingkungan dan prosedur pengendalian dokumen yang baik, prosedur pengendalian operasi yang terdokumentasi, dan prosedur tindakan darurat yang terdokumentasi.
- Pemeriksaan dan tindakan koreksi :
Mencakup prosedur yang secara teratur memantau dan mengukur karakteristik kunci dari kegiatan dan operasi, prosedur untuk menangani situasi ketidaksesuaian, prosedur pemeliharaan catatan spesifik dan prosedur audit kenerja sistem manajemen lingkungan.
- Tinjauan manajemen :
Mengkaji secara periodik sistem manajemen lingkungan keseluruhan untuk memastikan kesesuaian, kecukupan, efektifitas sistem manajemen lingkungan terhadap perubahan yang terjadi.
- Penyempurnaan menerus

Pada prinsipnya, keenam prinsip ISO 14001 – Environmental Management System diatas dapat dibagi menjadi 17 elemen, yaitu:


  1. Environmental policy (kebijakan lingkungan) : Pengembangan sebuah pernyataan komitmen lingkungan dari suatu organisasi. Kebijakan ini akan dipergunakan sebagai kerangka bagi penyusunan rencana lingkungan.
  2. Environmental aspects (aspek lingkungan) : Identifikasi aspek lingkungan dari produk, kegiatan, dan jasa suatu perusahaan, untuk kemudian menentukan dampak-dampak penting yang timbul terhadap lingkungan.
  3. Legal and other requirements (persyaratan perundang-undangan dan persyaratan lain) : Mengidentifikasi dan mengakses berbagai peraturan dan perundangan yang terkait dengan kegiatan perusahaan.
  4. Objectives and targets (tujuan dan sasaran) : Menetapkan tujuan dan sasaran lingkungan, yang terkait dengan kebijakan yang telah dibuat, dampak lingkungan, stakeholders, dan faktor lainnya.
  5. Environmental management program (program manajemen lingkungan) : rencana kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran
  6. Structure and responsibility (struktur dan tanggung jawab) : Menetapkan peran dan tanggung jawab serta menyediakan sumber daya yang diperlukan
  7. Training awareness and competence (pelatihan, kepedulian, dan kompetensi) : Memberikan pelatihan kepada karyawan agar mampu mengemban tanggung jawab lingkungan.
  8. Communication (komunikasi) : Menetapkan proses komunikasi internal dan eksternal berkaitan dengan isu lingkungan
  9. EMS Documentation (dokumentasi SML) : Memelihara informasi EMS dan sistem dokumentasi lain
  10. Document Control (pengendalian dokumen) : Menjamin kefektifan pengelolaan dokumen prosedur dan dokumen lain.
  11. Operational Control (pengendalian operasional) : Mengidentifikasi, merencanakan dan mengelola operasi dan kegiatan perusahaan agar sejalan dengan kebijakan, tujuan, dan saasaran.
  12. Emergency Preparedness and response (kesiagaan dan tanggap darurat) : mengidentifikasi potensi emergency dan mengembangkan prosedur untuk mencegah dan menanggapinya.
  13. Monitoring and measurement (pemantauan dan pengukuran) : memantau aktivitas kunci dan melacak kinerjanya
  14. Nonconformance and corrective and preventive action (ketidaksesuaian dan tindakan koreksi dan pencegahan) : Mengidentifikasi dan melakukan tindakan koreksi terhadap permasalahan dan mencegah terulang kejadiannya.
  15. Records (rekaman) : Memelihara rekaman kinerja SML
  16. EMS audits (audit SML) : Melakukan verifikasi secara periodik bahwa SML berjalan dengan baik.
  17. Management Review (pengkajian manajemen) : Mengkaji SML secara periodik untuk melihat kemungkinan-kemungkinan peyempurnaan berkelanjutan.
Sumber : 
http://rimantho.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-sistem-manajemen-lingkungan.html
https://renggaarnalisrenjani.wordpress.com/2013/04/12/mengenal-iso-14001-sistem-manajemen-lingkungan/
read more...

Rabu, 25 Oktober 2017

PENCEMARAN AIR - EKOLOGI INDUSTRI














Teori

Pencemaran air merupakan pencemaran yang diakibatkan oleh limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian, dan limbah peternakan. 


Pencemaran Air dapat diklasifikasikan tiga tipe yaitu:
1.  Pencemaran kimia berupa senyawa karbon dan senyawa anorganik.
2.  Pencemaran fisika yang dapat berupa materi terapung dan materi tersuspensi,
3.  Pencemaran biologi yang dapat berupa mikroba phatogen, lumut dan tumbuh-tumbuhan air.

  Peristiwa pencemaran air adalah masuknya bahan-bahan berbahaya, merugikan, atau tidak disukai ke dalam air dengan konsentrasi atau jumlah yang (secara langsung atau kumulatif) cukup besar untuk dapat merugikan atau memengaruhi kegunaan atau kualitas air.


I. Sumber Pencemaran Air



Pencemaran air dapat terjadi secara langsung dan secara tidak langsung. Pencemaran air secara langsung terutama disebabkan oleh buangan dari kegiatan industri, pertanian, dan rumah tangga. Mengapa berbagai sumber pencemaran air ini berbahaya? Hal ini disebabkan ketika ada berbagai polutan atau limbah yang masuk ke dalam air maka bakteri pembusuk harus bekerja lebih keras dan membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga kandungan oksigen di dalam air dapat berkurang drastis dan membuat makhluk hidup di sekitarnya menjadi kekurangan oksigen dan bisa menimbulkan berbagai jenis penyakit serta berujung pada kematian. Selain dampak tersebut jika berbagai limbah terus dibuang ke dalam air maka bisa menyumbat aliran air itu sendiri sehingga dapat menjadi penyebab banjir pada musim hujan.

A. Pencemaran dari Pertanian



Limbah dari pertanian yang masuk ke dalam air sebenarnya tidak berbahaya bagi keberlangsungan ekosistem air namun karena saat ini banyak petani menggunakan pupuk kimia dan juga pestisida dalam jumlah banyak maka mampu mengakibatkan kerusakan pada ekosistem yang ada. Hal ini akan lebih parah jika pestisida yang digunakan adalah jenis dari herbisida dan insektisida.

B. Pencemaran dari Peternakan dan Perikanan



Air dapat mengalami pencemaran dari kegiatan peternakan dan perikanan jika tidak dilakukan pembuangan yang benar pada kotoran hewan dan juga sampah lainnya. ada beberapa hal yang bisa dilihat untuk melihat ciri-ciri dari terjadinya pencemaran oleh peternakan dan perikanan ini antara lain adalah sebagai berikut:

Adanya kotoran hewan dalam jumlah besar pada perairan yang membuat air terkontaminasi oleh berbagai virus dan bakteri dari kotoran tersebut dan terjadinya perubahan warna dan rasa di dalam air tersebut sehingga membuat air sangat mudah menyebabkan penyakit bagi siapa saja yang mengkonsumsi.

C. Pencemaran dari Industri



Para pelaku industri sangat rawan menghasilkan berbagai jenis limbah yang dapat mencemari air. Ini biasanya dilakukan oleh mereka para pelaku bisnis industri yang kurang memahami adanya pencemaran ini atau hanya sekedar untuk menekan biaya pengolahan limbahnya saja. berikut ini beberapa jenis industri yang mampu mencemari air dari hasil industrinya:

- Industri produk makanan
- Indukstri produk tekstil
- Industri pulp dan kertas
- Industri bahan kimia
- Industri penyamakan kulit
- Industri electroplating

D. Pencemaran dari Aktivitas Perkotaan




Daerah perkotaan menjadi salah satu tempat yang rawan terjadi pencemaran air. Hal ini tidak jauh dari jumlah populasi penduduk yang kian pesat sedangkan lahan tetap sehingga menyebabkan munculnya berbagai pemukiman padat penduduk dengan sanitasi yang tidak memadai. Pencemaran air di perkotaan juga bisa disebabkan karena hasil dari pabrik, limbah rumah tangga, kotoran manusia, limbah cair dan lainnya.

II. Komponen Pencemaran Air

1. Limbah Zat Kimia

Berbagai industri dewasa ini banyak yang menghasilkan limbah berupa zat kimia yang sangat berbahaya bagi lingkungan air itu sendiri seperti sungai, danau dan laut serta pihak yang menggunakan air dari tempat tersebut. Limbah zat kimia yang mampu menjadi polutan sebagai penyebab dari pencemaran air dapat digolongkan menjadi berikut ini:

a. Insektisida – masih banyak digunakan oleh sektor pertanian karena fungsinya sebagai pembasmi serangga yang biasanya menjadi hama pada pertanian. Apabila penggunaan dari insektisida ini berlebihan dapat membahayakan ekosistem air dan kehidupan yang ada disekitarnya.

b. Pembersih – Banyak digunakan pada kehidupan, seperti shampoo, detergen, serta bahan pembersih lainnya. Pencemaran yang disebabkan oleh zat pembersih ini saat munculnya buih pada permukaan air yang cukup banyak sehingga mengindikasikan bahwa air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi.

c. Larutan Penyamak Kulit – Pada industri penyamakan kulit biasanya akan menggunakan senyawa krom untuk kegiatan usahanya. Jika senyawa krom ini dibuang sembarangan ke dalam air maka hal ini dapat membuat peningkatan jumlah ion di dalam air tersebut. Solusi untuk mencegah hal ini terjadi sangat diharuskan bagi industri penyamakan kulit untuk memiliki sistme instalasi pengolahan limbah yang mumpuni dan standar supaya bisa mengolah sisa larutan senyawa berbahaya tersebut supaya saat masuk ke dalam air sudah dalam keadaan yang tidak berbahaya.

d. Zat Warna Kimia – Zat warna kimia yang biasanya digunakan untuk mewarnai kain dan lainnya ini juga memiliki dampak yang berbahaya jika langsung dibuang ke dalam air.

2. Limbah Padat

Limbah padat yang dimaksud di sini adalah limbah yang mengarah pada hasil pengolahan IPAL yang masih belum maksimal. Limbah ini biasanya memiliki ukuran yang kecil dan cukup halus sehingga tidak bisa mengendap di dalam dasar permukaan sungai, danau atau laut melainkan hanya bisa melayang-layang di dalam air saja dan ini tentunya membuat air menjadi lebih keruh dan tidak bisa dikonsumsi. Jika hal ini terjadi maka ekosistem yang ada di dalam perairan tersebut juga akan mengalami gangguan hidup terutama pada saat akan melakukan fotosintesis karena cahaya matahari akan sangat sulit menembus masuk ke dalam air.

a. Limbah Bahan Makanan – Limbah dari bahan makanan ini merupakan salah satu jenis limbah organik yang membusuk karena terdapat mikroorganisme pembusuk di dalamnya sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi siapa saja yang ada di dekatnya. Limbah ini juga mampu menimbulkan uap di udara yang tidak baik untuk dihirup.

b. Limbah Organik – Limbah organik merupakan limbah yang mampu teruraikan dengan waktu yang cukup singkat karena bantuan dari mikroorganisme pembusuk. Oleh karena itu jika limbah organic ini dibuang langsung ke dalam air mampu meningkatkan jumlah mikroorganisme di dalam air yang berarti kemungkinan untuk berubah menjadi bakteri pathogen juga akan semakin tinggi. Oleh karena itu, jangan membuang sampah sembarangan tetapi harus pada tempatnya.


c. Limbah Anorganik – Kebalikan dari limbah organik, pada limbah anorganik ini tidak mudah teruraikan karena sangat sulit disusupi oleh mikroorganisme pembusuk kalaupun bisa maka waktunya akan sangat lama hingga limbah tersebut teruraikan. Limbah anorganik ini banyak dihasilkan oleh industri besar atau kecil serta sampah dari rumah tangga.

III. Akibat Pencemaran Air

- Kehidupan organisme dan ekosistem yang ada di dalam wilayah air tercemar tersebut akan mengalami gangguan bahkan kerusakan karena kadar oksigen di dalam air menjadi berkurang drastis.
- Munculnya pertumbuhan ganggang dan juga tumbuhan air sebagai parasit yang sangat pesat. Hal ini tidak baik karena bisa menganggu berbagai aktivitas manusia misalnya menghambat saat menjaring ikan dan lainnya.
- Jika terjadi penumpukan limbah atau sampah dalam jumlah cukup besar di dalam air maka bisa menyebabkan pendangkalan air baik itu di danau dan sungai dan hal ini sangat berbahaya terutama jika musim hujan karena bisa menimbulkan banjir.
- Dalam jangka panjang jika air tersebut terus dikonsumsi maka dapat menyebabkan resiko terkena berbagai penyakit kanker dan juga resiko bayi cacat lahir.
- Jika pencemaran air menggukana peptisida yang ditujukan untuk membunuh hama namun jika dilakukan secara berlebih maka bisa juga membunuh hewan dan tumbuhan lain yang ada disekitarnya padahal mereka ini memiliki fungsi yang sangat baik.
- Menyebabkan terjadinya kepunahan pada berbagai biota kuno diantaranya seperti plankton hingga spesies burung.
- Terjadinya mutasi sel di dalam tubuh yang akan menyebabkan kanker dan leukemia.
- Pencemaran air ini juga mampu menyebabkan erosi.
- Kekurangan sumber daya air yang bersih yang aman dikonsumsi oleh manusia.
- Menjadi sumber dari berbagai jenis penyakit yang serius.

- Menyebabkan  penyebab tanah longsor.




Air yang mengalami eutrofikasi ; di dalam nya tidak tidak terdapat oksigen terlarut yang cukup untuk kehidupan atau organisme lainnya.


Solusi

- Menghemat Air – Semakin sedikit air yang digunakan maka jumlah pencemaran yang akan terjadi juga akan sedikit begitu pula sebaliknya dan membantu ketersediaan air di dunia ini tetap terjaga.
- Membuang Sampah pada Tempatnya – Memilah mana sampah organik, sampah anorganik padat, limbah kimia dan lainnya. Kita diusahakan untuk tidak membuang sampah langsung ke dalam air karena selain menyebabkan air keruh juga bisa menyebabkan penyumbatan pada perairan sehingga sangat rawan terjadi peluapan.
- Melakukan Servis Kendaraan – Melakukan servis kendaraan secara rutin mungkin tidak memiliki kaitan dengan pencemaran air. Namun ternyata hal ini berkaitan karena kendaraan yang tidak diservis secara rutin maka sangat mungkin terjadi kebocoran bahan bakar baik itu oli atau bahan kimia lainnya yang bisa menjadi penyebab pencemaran air.
- Awasi Penggunaan Pupuk Kimia dan Pestisida – Meskipun pupuk kimia dan pestisida sangat membantu para petani untuk menyuburkan tanaman dan membunuh hama namun perlu diingat bahwa air yang sudah terkontaminasi oleh kedua bahan tersebut sudah tidak layak dikonsumsi oleh manusia. Untuk mengatasi penggunaan pupuk kimia dan juga pestisida dapat dilakukan dengan menggantinya dengan pupuk kompos yang alami saja serta melakukan penyiraman tanaman pada saat pagi dan sore hari supaya mengurangi terjadinya pengupan dan juga mampu membantu dalam melakukan penghematan air.
- Hukum yang Ketat – Berikan hukuman yang ketat dan berat kepada mereka yang membuang limbah sembarangan terutama pada para pelaku industri besar yang membuang limbah zat kimia dalam jumlah besar.

sumber : https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hidrologi/pencemaran-air
read more...
 
 

Diseñado por: Compartidísimo
Scrapping elementos: Deliciouscraps©